بسم الله الرحمن الرحي

Selasa, 22 Januari 2013

Kumpulan Hadits Shahih Pilihan

Kumpulan Hadits Shahih Pilihan
Hadits Shahih adalah tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Dalam bahasa Hadits Shahih adalah hadits yang bersambung sanad nya (jalur periwayatan) melalui penyampaian para perawi yang adil, dhabith, dari perawi yang semisalnya sampai akhir jalur periwayatan, tanpa ada syudzudz, dan juga tanpa 'illat. (Sumber: Pengertian Hadis Shahih)

Hadits shahih memenuhi persyaratan:
1. Sanadnya bersambung.
2. Diriwayatkan oleh penutur/perawi yang adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
3. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yang mencacatkan hadits. (Sumber: Hadits - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Secara etimologi, kata shahih artinya: sehat. Kata ini merupakan antonim dari kata saqim yang artinya: sakit. Bila digunakan untuk menyifati badan, maka makna yang digunakan adalah makna hakiki (yang sebenarnya), tetapi bila diungkapkan di dalam hadis dan pengertian-pengertian lainnya, maka maknanya hanya bersifat kiasan (majaz).

Bersambung sandanya: Artinya, masing-masing perawi mengambil hadits dari perawi di atasnya secara langsung, dari awal periwayatan hingga ujung (akhir) periwayatan.

Perawi yang adil. Seorang perawi disebut ‘adil jika memenuhi kriteria: muslim, baligh, berakal, tidak fasiq, dan juga tidak cacat maruah wibawanya (di masyarakat).

Perawi yang dhabith, artinya perawi ini adalah orang yang kuat hafalannya. Sehingga hadis yang dia bawa tidak mengalami perubahan. Perawi yang dhabith terbagi menjadi 2 yaitu:
  1. Dhabith karena kekuatan hafalan, yang disebut dhabtus shadr.
  2. Dhabith karena ketelitian catatan, yang diistilahkan dengan dhabtul kitabah.
Perawi yang memiliki dhabtul kitabah, hadisnya bisa diterima jika dia menyampaikannya dengan membaca catatan.

Tanpa syudzudz, artinya, hadis yang diriwayatkan itu tidak bertentangan dengan hadis lain yang diriwayatkan dengan jalur lebih terpercaya.

Tanpa 'illat. 'Illat (cacat hadits) adalah sebab tersembunyi yang mempengaruhi kesahihan hadis, meskipun bisa jadi zahirnya tampak shahih.
(Sumber: Pengertian Hadis Shahih)

Berikut ini adalah Kumpulan Hadits Shahih Pilihan yang saya rangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat. :)

Hadits Shahih Tentang Qurban
1. Hadis riwayat Abu Hurairah ra. beliau berkata:
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak ada lagi fara' (anak unta pertama yang disembelih untuk berhala-berhala mereka) dan tidak pula atirah (hewan ternak yang disembelih pada sepuluh hari pertama dari bulan Rajab).""

Ibnu Rafi' menambahkan dalam riwayatnya:
"Fara' adalah anak ternak pertama yang disembelih oleh pemiliknya."
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3652

2. Hadis riwayat Jundab bin Sufyan ra., ia berkata:
"Aku pernah berhari raya kurban bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau sejenak sebelum menyelesaikan salat. Dan ketika beliau telah menyelesaikan salat, beliau mengucapkan salam. Tiba-tiba beliau melihat hewan kurban sudah disembelih sebelum beliau menyelesaikan salatnya. Lalu beliau bersabda:

"Barang siapa telah menyembelih hewan kurbannya sebelum salat (salat Idul Adha), maka hendaklah ia menyembelih hewan lain sebagai gantinya. Dan barang siapa belum menyembelih, hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah.""
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3621

3. Hadis riwayat Barra' ra., ia berkata:
"Pamanku, Abu Burdah ra. menyembelih kurban sebelum salat (Idul Adha) lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Itu adalah kambing daging untukmu semata bukan kurban dan tidak ada pahala kurban."

Abu Burdah berkata: "Ya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, aku mempunyai kambing kacang yang masih muda (kira-kira berumur dua tahun)."
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sembelihlah itu, tetapi bagi orang selainmu tidak boleh (tidak sah), kemudian beliau melanjutkan: Barang siapa menyembelih kurban sebelum salat, maka ia menyembelih hanya untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa menyembelih sesudah salat, berarti sempurnalah ibadahnya (kurbannya) dan menepati sunah kaum muslimin.""
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3624

4. Hadis riwayat Anas bin Malik ra. beliau berkata:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari Raya Kurban:
"Barang siapa telah menyembelih kurbannya sebelum salat, maka hendaklah ia mengulangi. Seorang lelaki berdiri dan berkata:
"Ya Rasulullah, ini adalah hari di mana daging dibutuhkan."

Lalu ia menuturkan hajat para tetangganya seakan-akan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mempercayainya.
Orang itu meneruskan:
"Aku mempunyai kambing muda (jadzaah) yang lebih aku sukai daripada dua ekor kibas. Bolehkah aku menyembelihnya (sebagai kurban)."

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberinya kemurahan. Kata Anas:
"Aku tidak tahu apakah kemurahan itu juga sampai kepada orang selain ia atau tidak. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menghampiri dua ekor kibas, lalu beliau menyembelih keduanya. Orang-orang menuju ke kambing dan membagi-bagikannya (memotong-motongnya).""
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3630

5. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor kibas berwarna putih agak kehitam-hitaman yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, seraya menyebut asma Allah dan bertakbir (bismillahi Allahu akbar). Beliau meletakkan kaki beliau di atas belikat kedua kambing itu (ketika hendak menyembelih)."
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3635

6. Hadis riwayat Rafi' bin Khadij ra., ia berkata:
"Saya berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Wahai Rasulullah, kami akan bertemu musuh besok sedangkan kami tidak mempunyai pisau."

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Segerakanlah atau sembelihlah dengan apa saja yang dapat menumpahkan darah dan sebutlah nama Allah, maka engkau boleh memakannya selama alat itu bukan gigi dan kuku. Akan kuberitahukan kepadamu: Adapun gigi maka itu adalah termasuk tulang sedangkan kuku adalah pisau orang Habasyah."

Kemudian kami mendapatkan rampasan perang berupa unta dan kambing. Lalu ada seekor unta melarikan diri. Seseorang melepaskan panah ke arah unta itu sehingga unta itupun tertahan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Memang unta itu ada juga yang liar seperti binatang-binatang lain karena itu apabila kalian mengalami keadaan demikian, maka kalian dapat bertindak seperti tadi.""
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3638

7. Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra.:
"Dari Abu Ubaid, ia berkata:
"Aku pernah salat Idul Adha bersama Ali bin Abu Thalib ra. Beliau memulai dengan salat terlebih dulu sebelum khutbah dan beliau berkata:

"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kami makan daging kurban sesudah tiga hari.""
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3639

8. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
"Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: Seseorang tidak boleh makan daging kurbannya lebih dari tiga hari."
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3641

9. Hadis riwayat Aisyah ra.:
"Dari Abdullah bin Waqid ra. ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang makan daging kurban sesudah tiga hari. Abdullah bin Abu Bakar berkata:
"Hal itu aku sampaikan kepada Amrah, lalu dia berkata:
"Dia benar, aku mendengar Aisyah berkata:
"Pada zaman Rasulullah beberapa orang wanita badui berjalan perlahan-lahan menuju ke tempat penyembelihan kurban. Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Simpanlah tiga hari, setelah itu sedekahkanlah apa yang masih tersisa." Suatu ketika setelah itu para sahabat berkata:

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang menyimpan daging kurban dan membawa sebagian dari lemaknya."
Rasulullah bertanya: "Mengapa begitu?" Mereka menjawab: "Dahulu engkau melarang makan daging kurban setelah tiga hari."

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya dahulu aku melarang kamu hanyalah karena orang-orang pendatang yang sedang menuju kemari. Dan sekarang silakan makan atau menyimpan atau bersedekah (dengan daging kurban tersebut).""
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3643

10. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:
"Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau melarang makan daging kurban sesudah tiga hari. Sesudah itu beliau bersabda:
"Makanlah, berbekal dan simpanlah.""
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3644

11. Hadis riwayat Salamah bin Akwa' ra.:
"Bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barang siapa di antara kalian menyembelih kurban, maka janganlah ia menyisakan sedikitpun di rumahnya sesudah tiga hari."
Pada tahun berikutnya, orang-orang bertanya:
"Wahai Rasulullah, apakah kami harus berbuat seperti tahun lalu?"

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Tidak! Tahun itu (tahun lalu) kaum muslimin masih banyak yang kekurangan. Jadi aku ingin daging kurban itu merata pada mereka.""
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 3648
(Sumber: Hadis Shahih: Hadis Mengenai Qurban)
Hadits Shahih Tentang Sabar
1. Dari Mu'az bin Anas r.a. bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia kuasa untuk meneruskannya melaksanakannya maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengundangnya di hadapan kepala yakni disaksikan sekalian makhluk pada hari kiamat, sehingga disuruhnya orang itu memilih bidadari-bidadari yang jeli indah matanya dengan sesuka hatinya."

2. Dari Anas ra. ia berkata:
"Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah  berfirman (hadits Qudsi) "Bila Aku memberi cobaan kepada hamba-Ku dengan kedua yang dicintainya (kedua matanya) dan dia tetap sabar, maka Aku ganti kedua yang dicintainya (kedua matanya) dengan syurga." HR. Bukhari. (diriwayatkan oleh Bukhari: 5653)

3. Dari Abi Malik Al Haritsi bin Ashim Al 'Asy'ari r.a. telah berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Kebersihan itu sebagian dari iman, Alhamdulillah memenuhi (memberatkan) timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah keduanya memenuhi ruang yang ada di langit dan bumi. Shalat itu adalah nur, shodaqoh itu adalah dalil dan sabar itu adalah cahaya serta Al Qur'an itu hujjah (bukti) untuk membelamu atau menentangmu. Setiap manusia adalah bekerja, maka ada yang menjual dirinya, untuk menyelamatkan dirinya atau mencelakakannya." (HR. Muslim)

4 komentar:

  1. terimakasih sekali atas sharingnya, tapi mohon di kasih teks asli bahasa arabnya biar cara membacanya mantap dan yakin. jazaku

    BalasHapus
  2. wah bagus ni hadits shahih nya, bisa bermanfaat bagi banyak orang.

    BalasHapus